
Prafi - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua Barat terus mendorong perlindungan hukum bagi produk usaha masyarakat desa melalui sosialisasi dan pendampingan pendaftaran merek kolektif. Salah satunya dilakukan kepada pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Jumat (06/03/2026).
Pendampingan dilaksanakan oleh Tim Pelayanan Kekayaan Intelektual (KI) Kanwil Kemenkum Pabar yang dipimpin Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual (KI), Achmad Djunaidi, bersama Analis Kekayaan Intelektual Ahli Madya, Ancelina Paseru, Analis Kekayaan Intelektual Ahli Muda, Merio Sergio Alu Resi, serta Penelaah Teknis Kebijakan, Susiana.
Kegiatan dilakukan di dua lokasi, yakni Kantor Balai Kampung Prafi Mulya SP I dan Kantor Balai Kampung Aimasi SP III, Distrik Prafi. Tim memberikan pendampingan fasilitasi permohonan pendaftaran merek kolektif bagi KDMP di kedua kampung tersebut.
Di Kampung Prafi Mulya, tim diterima Kepala Kampung Soewarto bersama Ketua KDMP Ali Ridwan, dan para pengurus. Dalam pertemuan itu, tim menjelaskan pentingnya pendaftaran merek kolektif sebagai upaya melindungi produk usaha yang dihasilkan anggota koperasi.
Pihak pemerintah kampung dan pengurus KDMP menyambut baik sosialisasi tersebut dan menyatakan kesiapan untuk segera melengkapi persyaratan pendaftaran merek kolektif.
Sementara itu, di Kampung Aimasi SP III, tim diterima Ketua KDMP, Achmad Sayuti bersama sekretaris koperasi. Pengurus KDMP menyampaikan bahwa persyaratan administrasi untuk pendaftaran merek kolektif telah disiapkan sehingga proses pengajuan dapat segera dilakukan.
Di tempat lain, Kakanwil Kemenkum Pabar, Sahata Marlen Situngkir berharap KDMP di wilayah Prafi dapat segera memperoleh legalitas hukum atas merek yang dimiliki. Dengan demikian, produk usaha anggota koperasi memiliki perlindungan hukum, nilai tambah, serta peluang pemasaran yang lebih luas. Pendampingan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat branding produk unggulan desa yang dikelola koperasi sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk lokal.



