
Manokwari – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua Barat (Kanwil Kemenkum Pabar) pada hari kamis, 19 Februari 2026 menggelar apel bersama yang melibatkan tenaga outsourcing, yakni petugas kebersihan (OB) dan satuan pengamanan (Satpam). Apel tersebut dipimpin oleh Kepala Divisi P3H, Muhayan, serta dihadiri oleh para pejabat manajerial dan non manajerial di lingkungan kantor wilayah.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, resik, dan indah, sekaligus menindaklanjuti arahan Kementerian Hukum Republik Indonesia terkait Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Gerakan ini merupakan tindak lanjut atas Instruksi Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah pada 2 Februari 2026, serta Surat Edaran Menteri Hukum tentang penerapan Gerakan ASRI di lingkungan Kementerian Hukum.
Dalam amanatnya, Muhayan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tenaga outsourcing atas dukungan dan dedikasi yang telah diberikan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Kantor Wilayah dalam meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tidak terlepas dari kontribusi seluruh unsur, termasuk petugas keamanan, office boy, petugas layanan, hingga pengemudi.
Ia juga menekankan pentingnya peran petugas keamanan, office boy, petugas layanan, dan pengemudi sebagai garda terdepan dalam pelayanan publik. Menurutnya, mereka merupakan wajah pertama yang berinteraksi langsung dengan masyarakat, sehingga sikap ramah, sigap, serta lingkungan yang bersih dan aman menjadi cerminan kualitas pelayanan institusi.
Lebih lanjut, Muhayan mengingatkan pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam menjaga keamanan dan kebersihan kantor. Ia menegaskan bahwa terciptanya lingkungan kerja yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah hanya dapat terwujud melalui kerja sama yang konsisten dan kesadaran bersama.
Selain itu, Ia mengingatkan peserta apel untuk bersama-sama lebih memperhatikan penggunaan listrik di lingkungan kantor. Ia menyoroti masih adanya peralatan elektronik dan lampu yang kerap terlupa dimatikan setelah jam kerja. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh tenaga outsourcing untuk turut membantu mengawasi serta mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya efisiensi dan penghematan anggaran di lingkungan kantor.

